ojk
Home » Ekonomi » Inflasi Jabar Bergantung Pada Komoditi Ini

Inflasi Jabar Bergantung Pada Komoditi Ini

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam dunia ekonomi, ada beberapa hal yang memengaruhi laju inflasi. Periode Januari-Juni 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat perkembangan inflasi di Tatar Pasundan masih lebih rendah daripada target.

“Besarnya inflasi Jabar selama Semester I 2018 sebesar 2,21 persen. Angka itu lebih rendah daripada target yaitu sebesar 3,5 persen,” tandas Kepala BPS Jabar, Doddy Herlando, di Kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung.

Doddy memperkiralan, jika melihat perkembangan, tidak tertutup kemungkinan, hingga akhir tahun, inflasi Jabar berpotensi mencapai 4,5 persen. Kondisi ini, lanjutnya, ditentukan oleh administrasi prize. Itu semua bergantung pada perkembangan harga bahan bakar minyak (BBM), yang berdampak pada harga-harga jual komoditi lainnya.

Memang, lanjut Doddy, pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga BBM subsidi, yaitu premium dan solar. Namun, katanya, perlu adanya antisipasi kenaikkan harga pertamax. Pasalnya, terang Doddy, kenaikan harga jual BBM non-subsidi itu cukup signifikan. Hal itu, ucapnya, membayangi perkembangan harga pada masa mendatang.

Untuk inflasi Juni 2018. Doddy mengemukakan, kondisinya cenderung stabil. Besarnya, ujar dia, 0,47 persen. Angka itu, tutur Doddy, lebih rendah daripada nasional, sebesar 0,59 persen.

Pada Juni, transportasi menjadi faktor yang memengaruhi inflasi Jabar, yakni 0,17 persen. Angka itu, sambungnya, melebihi kelompok bahan makanan yang besarnya 0,15 persen.  (win)

Komentar

komentar