Home » Ekonomi » Soal Panen Raya, Ini yang Jadi Kekhawatiran Bulog

Soal Panen Raya, Ini yang Jadi Kekhawatiran Bulog

Seorang petani di daerah Talun Cirebon memanen hasil pertanian. Perkiraannya, panen raya tahun ini berlangsung April.
(jabartoday.com/erwin ardiansyah)

JABARTODAY.COM – CIREBON — Kondisi cuaca yang berlangsung hingga memasuki akhir triwulan I 2018 berpengaruh pada sektor pertanian. Prediksinya, panen raya berlangsung pada pekan ke-3 dan ke-4 Maret tahun ini.
Akan tetapi, kenyataannya, sejauh ini, kondisi di sejumlah titik sentra padi Jabar, satu di antaranya Cirebon, belum memasuki panen raya. “Sampai sekarang, belum panen raya,” tandas Sirip, petani asal Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/3).
 
 
Pria berusia 76 tahun ini meneruskan, apabila panen raya, bersama kelompoknya, hasil panen di tempatnya, mencakup seluas 4 hektare. Namun, aku Surip, saat ini, panen baru sebanyak 1 hektare. Perkiraannya, panen raya berlangsung pada awal atau pertengahan April 2018.
 
 
Di lokasi sama, Kepala Per Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar,  M Sugit Tedjo Mulyono, mengkhawatirkan kondisi panen di Jabar tahun iNi. Sugit memprediksi, tahun ini tidak terjadi panen raya serentak.
Diperkirakan, kata Sugit, panen raya  berlangsung pertengehan April 2018. Perkiraan awal, ucapnya, panen raya berlangsung Maret. Dia berpendapat, kondisi ini terjadi karena pengaruh faktor cuaca.
Tingginya curah hujan, tuturnya, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam. Selain itu, imbuhnya, adanya serangan hama pun cukup berdampak.
Hal itu, aku Sugit menyebabkan penyerapan belum maksimal. Tahun lalu, ungkapnya, pihaknya melakukan penyerapan sebanyak 2.000 ton per hari. “Tahun ini, penyerapan masih slow, sekitar 1.000-1.200 ton per hari. Itu karena panen yang tidak serentak. Mudah-mudahan, April ini, panen raya berlangsung sehingga penyerapan lebih maksimal,” tutupnya.  (win)

Komentar

komentar