Home » Ekonomi » Soal Reaktivasi, Ini Upaya Pemprov Jabar

Soal Reaktivasi, Ini Upaya Pemprov Jabar

(jabartoday.com/ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seiring dengan terjadinya berbagai pertumbuhan, tingkat kepadatan lalu lintas pun meninggi. Kondisi itu pun terjadi di Jabar. Karenanya, perlu adanya sistem transportasi massal yang mumpuni.

“Adalah kereta yang menjadi solusi kebutuhan transportasi di Jabar,” tandas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Dedi Taofik, pada sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) dan Seminar Transit Oriented Development (TOD) di Hotel Marbella Suites, kawasan Dago Resort Bandung, Rabu (7/2).

Melihat pentingnya kereta, Dedi menyatakan, secara penuh, pihaknya mendukung program reaktivasi sejumlah jalur kereta. Di Jabar, sebut Dedi, ada beberapa rute yang masuk rencana reaktivasi. Yaitu, sebutnya, Tanjungsari-Jatinangor, Bandung-Ciwidey, dan Banjar-Cijulang.

Untuk merealisasikannya, Dedi mengungkapkan, pihaknya melakukan beberapa langkah. Antara lain, studi awal, dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dishub Jabar, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).

Kemudian, lanjutnya, pihaknya pun melakukan penertiban dan penilaian lahan, apakah berdasarkan desainnya, trase reaktivasi itu berlokasi pada lahan milik PT KAI (Persero) atau warga. “Apabila terjadi perubahan desain, yang membuat lokasi reaktivasi itu berada pada lahan warga, tentunya, perlu peran pemerintah dalam hal pembebasan lahan. Tapi, sejauh ini, belum ada perubahan desain,” sahutnya.

Menurutnya, reaktivasi itu dapat menjadi penggerak ekonomi mengingat tingkat kepadatan lalu lintas yang kian tinggi. Dia berpendapat, pihaknya pun siap melakukan sinergi tata ruang, termasuk dengan wacana hadirnya TOD, yang dinilainya sebagai era baru transportasi. “Harapan kami, reaktivasi itu bisa secepatnya,” tukas Dedi.

Ketua Umum SPKA, Syafriadi, menambahkan, TOD merupakan sebuah ide yang dimunculkan pihaknya. “Kami berpemikiran, TOD dapat menjadi sebuah jawaban atas tingkat kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang kian tinggi, termasuk Kota Bandung,” tutup Syafriadi. (win)

 

Komentar

komentar