Home » Ekonomi » Jurus Total Oil Tekan Angka Kecelakaan

Jurus Total Oil Tekan Angka Kecelakaan

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hingga kini, ternyata, angka kecelakaan lalu lintas masih tergolong tinggi. Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan, tahun lalu, secara nasional, rata-rata 72-73 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) setiap harinya.

“Setiap tahunnya, berdasarkan data kementerian (perhubungan), angka lakalantas cenderung meningkat. Pada 2014, terjadi 95.906 kasus lakalantas. Tahun berikutnya, 98.970 kasus lakalantas. Sedanglan pada 2016 lebih tinggi, yaitu 105.374 kasus lakalantas,” tandas Christopher Kasidi, VP – Retail & Marketing PT Total Oil Indonesia.

Jika mengacu pada jenis kendaraan, ungkapnya, periode Januari-September 2016, terjadi 80.157 kasus lakalantas, sebanyak 71.616 kasus di antaranya melibatkan kendaraan sepeda motor. Sisanya, lanjut Christopher, melibatkan jenis kendaraan lain.

Christopher berpendapat, ada hal yang menjadi faktor terus meningkatnya angka lakalantas. Menurutnya, salah satu faktornya adalah perilaku pengguna jalan. Mayoritas, ujar dia, para pengguna jalan kurang memprioritaskan keselamatan berkendara, baik keselamatan pribadi, maupun orang lain.

Melihat kondisi itu, Christopher menyatakan keprihatinannya. Karenanya, sahut dia, sejak 3 tahun lalu, pihaknya menggulirkan program yang berkaitan dengan keselamatan berkendara, safety riding. Tahun ini, kata dia, 4 kota di 2 provinsi menjadi titik berlangsungnya safety riding, yaitu Bandung dan Cirebon (Jabar) serta Semarang dan Surakarta (Jateng). Sasarannya, ungkap dia, kalangan mahasiswa. “Ini komitmen kami meningkatkan keselamatan berkendara,” seru Christopher.

Di Bandung, jelasnya, acara itu bergulir di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sedangkan di Cirebon, sambungnya, acara itu berlangsung di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). “Di Semarang, Universitas Dipenogoro (Undip) dan Universitas Soegijapranata menjadi lokasinya. Sementara Universitas Sebelas Maret menjadi lokasi di Surakarta,” paparnya.

Pihaknya menyasar perguruan tinggi, jelas dia, karena agar menjangkau lebih banyak pengendara motor. Pasalnya, jelasnya, berdasarkan Operasi Patuh Candi 2016 oleh Polres Semarang, kalangan pelajar dan mahasiswa mendominasi pelanggaran lalu lintas, yaitu 42 persennya. Sementara pelanggaran, lanjutnya, terjadi karena masih lemahnya kesadaran dan kedisiplinan berlalu lintas serta berkendara. Kondisi itu pun dapat menjadi pemicu lakalantas.

“Melalui Safe Riding with Total Hi-Perf, kami mengajak para mahasiswa mencermati tips dan trik berkendara demi meningkatkan faktor keamanan. Lalu, memahami life-saving skills. pembekalan ilmu cara berkendara yang baik dan benar serta sosialisasi tata tertib lalu lintas,” tutupnya. (win)

 

Komentar

komentar