Home » Ekonomi » Aset Keuangan Syariah Indonesia Terbesar Ke 9 di Dunia

Aset Keuangan Syariah Indonesia Terbesar Ke 9 di Dunia

Total aset keuangan syariah Indonesia berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2017 lalu mencapai Rp 1.028 triliun

JABARTODAY.COM – Total aset keuangan syariah Indonesia berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2017 lalu mencapai Rp 1.028 triliun. Besarnya aset tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan total aset keuangan syariah terbesar ke-9 di dunia.

Plh Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan, dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Aulia Fadly menyampaikan bahwa Indonesia dengan populasi muslim terbesar ketiga diyakini memiliki potensi dan peranan yang signifikan dalam pasar keuangan syariah global.
“Bersama dengan Malaysia, Pakistan, dan Bangladesh, Indonesia diprediksi akan mengalami ekspansi keuangan syariah global,” kata Aulia Fadly, Sabtu (21/10).
Dia pun menjelaskan untuk saat ini Indonesia adalah negara dengan total aset keuangan syariah terbesar ke-9 di dunia. Tetapi posisi Malaysia lebih baik dari Indonesia dengan menempati posisi ke-3 di dunia.
Adapun landscape keuangan syariah Indonesia sendiri per Agustus 2017, menurut Aulia terdiri dari perbankan syariah sebesar 37%, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah sebesar 9,51%, serta pasar modal syariah sebesar 52,73%.
Market share keuangan syariah, tidak termasuk saham, saat ini mencapai 8,01%. Sedang keuangan konvensional sisanya 91,99%,” bebernya.
Menurut Aulia, total aset keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Hingga Agustus 2017, OJK mencatat pertumbuhan aset keuangan syariah mencapai 24,17% (year on year). 
“Tentu kita optimistis pertumbuhan keuangan syariah akan terus membaik seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik,” katanya.
Berikut daftar peringkat 10 besar negara dengan aset keuangan syariah terbesar di dunia:
1. Arab Saudi, 2. Iran, 3. Malaysia, 4. UAE, 5. Qatar, 6. Kuwait, 7. Bahrain, 8. Turki, 9. Indonesia, 10. Bangladesh.

Komentar

komentar