Home » Ekonomi » Industri Pengolahan Dominasi, Nilai Ekspor Jabar

Industri Pengolahan Dominasi, Nilai Ekspor Jabar

jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Kinerja perdagangan luar negeri Jabar, utamanya ekspor, menunjukkan tren positif pada periode Agustus tahun ini. Secara nilai, nominal ekspor tatar Pasundan selama Agustus 2017 naik 7,43 persen lebih tinggi daripada Juli 2017, yang nilainya 2,59 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

“Angkanya menjadi 2,78 miliar Dolar AS). Nilai ekspor Agustus tahun ini menjadi yang tertinggi dalam 1 tahun terakhir sejak Agustus 2016,” tandas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Dody Herlando, belum lama ini.

Dody mengemukakan, kontribusi ekspor terbesar adalah non-minyak gas dan bumi (non-migas), yakni mencapai 99,15 persen atau bernilai 2,77 Dolar AS,. Sisanya, sambung Dody, merupakan nilai ekspor migas, yang drop 44,05 persen.

Diutarakan, pasar terbesar ekspor non-migas Jabar periode Agustus 2017, sebesar 35,63 persennya, masih didominasi 3 negara, Yaitu, sebutnya, AS senilai 514,54 juta Dolar AS, Jepang sejumlah 263,63 juta Dolar AS, dan Thailand sebesar 207,60 juta Dolar AS.

Adalah produk industri pengolahan, ujar Dody, yang mendominasi ekspor non-migas Jabar selama Agustus tahun ini, sebesar 98,31 persen. “Migas sejumlah 0,85 persen dan hasil pertanian sebesar 0,83 persen. Sedangkan kontribusi pertambangan dan lainnya masih kecil, sebesar 0,01 persen,” paparnya.

Soal impor Jabar, Dody menyatakan, secara umum, pada Agustus 2017, nilainya 1,02 miliar Dolar AS atau turun 10,06 persen lebih rendah daripada Juli 2017 yang angkanya 1,13 miliar Dolar AS.

Periode Maret 2017, beber Dody, menjadi titik tertinggi impor non-migas Jabar sejak Agustus 2016 sampai Agustus 2017. Pada Maret 2017, ungkapnya, impor non-migas Jabar bernilai 169,98 juta Dolar AS. (win)

 

Komentar

komentar