Home » Ekonomi » Dorong Syariah Bukan Hanya Soal Bangun Lembaga Keuangannya

Dorong Syariah Bukan Hanya Soal Bangun Lembaga Keuangannya

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjelang dekade 1990-an, sistem syariah mulai hadir di tamag air. Itu ditandai oleh hadirnya lembaga jasa keuangan berbasis syariah. Akan tetapi, selama hampir 2 dekade, pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di tanah termasuk lamban. Padahal, di negara lain, perkembangannya luar biasa.

Lambannya perkembangan sistem ekonomi syariah diamini Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjijo. “Sejak 15 tahun silam, pengembangan ekonomi syariah dimulai. Sayang, di tamah air perkembanggannya kurang menggembirakan,” tandas Perry, usai Closing Ceremony Festival Ekonomi Syariah Region Jawa 2017 di Pusat Dakwah Islamiyah (Pusdai), Jalan Dipenogoro Bandung, Jumat (15/9).

Ironisnya, aambjng dia, sistem ekonomi syariah di Indonesia, yang notabene, mayoritas, penduduknya muslim, cenderung tertinggal oleh negara yang umat muslimnya tergolong minoritas. Misalnya, kata dia, Korea, Jepang, atau Australia.

Saat ini, tuturnya, share keuangan syariah masih tidak melebihi 10 persen. Dia berpendapat, kondisi ini terjadi bukan tanpa sebab. Menurutnya, selama ini, pengembangan syariah hanya terfokus soal keuangan. Umpamanya, ujarnya, mendirikan lembaga-lembaga keuangan syariah, seperti perbankan, asuransi, dan lainnya. “Yang terjadi saat ini, kita melupakan pembangunan ekonomi. Busnya banyak, tapi penumpangnya minim,” sambungnya.

Perry, menyatakan, untuk mengembangkan ekonomi berbasis ayariah, perlu didukung komitmen kuat. Namun, tambahnya, komitmen saja tidak cukup. Hal lainnya, imbuh dia, perlu adanya kontinuitas, dan kampanye secara terus menerus.

Perry menyerukan, agar perkembangan ekonomi syariah terus menunjukkan graif meninggi, masyarakat perlu membangun pola halal dalam segala bidang, seperti fashion, kuliner, termasuk transaksi jual beli. “Bangun dan jadikan halal sebagai gaya hidup sehingga pasar terbangun. Negara ini jangan menjadi pasar,” pungkas Perry. (win)

 

 

 

Komentar

komentar