Home » Ekonomi » Ini yang Jadi Faktor Pendukung Ekonomi Syariah

Ini yang Jadi Faktor Pendukung Ekonomi Syariah

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jabar, Wiwiek Sisto Widayat.
(jabartoday.com/ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa tahun terakhir, skema ekonomi syariah terus mengalami perkembangan. Sejumlah negara maju pun menerapkan pola dan sistem ekonomi berbasis Islami tersebut.

Namun, di Indonesia, perkembangan ekonomi syariah, terutama skema pembiayaan, belum terlalu menggembirakan. Walau begitu, ekonomi syariah, pembiayaan ekonomi syariah mencatat pertumbuhan. Khusus Jabar, pertumbuhannya melebihi nasional.

“Di Jabar, pertumbuhannya sebesar 8,4 persen. Angka itu melampaui rata-rata nasional sebesar 5,9 persen,” tandas Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar, pada Closing Ceremony Festival Ekonomi Syariah Region Jawa 2017 di Pusat Dakwah Islamiyah (Pusdai), Jalan Dipenogoro Bandung, Jumat (15/9).

Ditegaskan, pihaknya senantiasa mendorong perkembangan ekonomi syariah, khususnya, di tatar Pasundan. Menurutnya, Jabar punya peran penting dalam perekonomian syariah nasional. Itu karena, teramgnya, berdasarkan populasi, sekitar 90-95 persen penduduk Jabar adalah muslim. “Ini sebuah potensi dan kekuatan yang liar biasa. Karenanya, harus teroptimalkan,” tuturnya.

Wiwiek berpendapat, ada beberapa hal yang menjadi faktor pendukung ekonomi syariah. Yaitu antara lain, sebutnya, pemberdayaan ekonomi syariah. Artinya, siatem ini idealnya benar-benar dikenal dan dipahami masyarakat. Lalu, sambungnya, pengembangan akses pembiayaan syariah, yang pada triwulan II tahun ini, tumbuh 10,6 persen, lebih baik daripada triwulan I, yang naik 8,4 peraen.

Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, menilai, ekonomi syariah dapat menjadi potensi dan kekuatan ekonomi. Untuk itu, serunya, agar lebih berkembang, masyarakat harus lebih memahami ekonomi syariah.

Pemeran Naga Bonar ini menyatakan optimistisme bahwa ekonomi syariah terus berkembang, khususnya, di Jabar. Terlebih, sahut dia, seiring dengan terbentuknya Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNES), yang tentunya, memiliki program demi perkembangan ekonomi syariah.

“Jabar siap menjadi provinsi terdepan perkembangan ekonomi syariah. Dasarnya, Jabar memiliki sumber daya manusia (SDM) yang banyak. Sekitar 90 persen lebih penduduk Jabar muslim. Ini bisa menjadi sebuah kekuatan. Harapannya, Jabar menjadi basis perkembangan syariah di Indonesia,” tutup Deddy. (win)

 

 

Komentar

komentar