Home » Ekonomi » Jurus TAM Perkokoh Pasar SUV dan MPV High

Jurus TAM Perkokoh Pasar SUV dan MPV High

All New Toyota Fortuner TRD
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memperkokoh pasar merupakan salah satu langkah pelaku usaha dan industri demi menjaga sekaligus mendongkrak kinerja bisnis. Hal yang sama juga dilakukan industri otomotif raksasa, PT Toyota Astra Motor (TAM).

Terbukti, periode Januari-Juni 2017, PT TAM sukses merajai pasar otomotif nasional. Secara total, penjualan selama periode itu mencapai 196.012 unit. Bahkan, pada akhir Juli tahun ini, angka penjualannya naik, yaitu melewati 220 ribu unit.

Salah satu jurus anak perusahaan PT Astra International Tbk itu yakni memperkuat pasar Special Uitlity Vehicle (SUV) High. Caranya, merilis produk terbaru SUV, All New Toyota Fortuner TRD. “Respon pasar terhadap Fortuner selama ini sangat positif. Di Jabar, sejak 2005, penjualan Fortuner mencapai 162 ribu unit,” tandas Area General Manager PT TAM Area Jabar-Jateng, Dicky Zulkarnaen, pada launching All New Toyota Fortuner dan All New Toyota Foxy di Hotel Harris, Jalan BKR Bandung, Jumat (11/8).

Optimisme lainnya, sambung Dicky, penjualan Fortuner di Jabar pun positif. Tahun lalu, sebutnya, penjualan Toyota Fortuner mencapai 3.152 unit atau meraih 43,1 persen pasar SUV, yang penjualan seluruh merek kelas ini sebanyak 7.312 unit.

Sedangkan semester I tahun ini, penjualan seluruh brand pada pasar SUV sejumlah 3.362 unit. “Sebanyak 1.602 unit di antaranya atau 47,7 persennya diraih Toyota Fortuner. Karenanya, kami optimis, proyeksi penjualan varian baru SUV berharga jual Rp 530 juta ini, hingga akhir 2017, sebanyak 50-100 unit per bulan khusus di Jabar, dapat tercapai,,” kata Dicky.

Selain SUV, Dicky menegaskan, pihaknya pun menghadirkan All New Toyota Voxy. Kehadiran produk yang berharga jual on the road (OTR) Bandung senilai Rp 450 juta ini, jelas dia, untuk memperkuat dan melengkapi pasar Multi Purpose Vehicle (MPV) High. Khusus Voxy, cetus Dicky, pihaknya memproyeksikan penjualan sebesar 200-250 unit per bulan. Khusus Jabar, sebesar 10 persennya atau 20-25 unit per bulan. (win)

 

Komentar

komentar