Home » Ekonomi » Pembobolan BPR, OJK langsung Action

Pembobolan BPR, OJK langsung Action

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Belum lama ini, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jabar menemukan kasus pembobolan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bernilai sekitar Rp 36 miliar. Dugaannya, aksi pembobolan itu terjadi karena adanya duplikasi sejumlah sertifikat guru.

Sebagai lembaga yang mengawasi kinerja perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Jabar segera mengambil langkah-langkah kobgkret. “Kami menerima laporan itu dan langsung bergerak. Kami sudah dan segera memanggil beberapa BPR untuk mengklarifikasi masalah ini,” tandas Kepala OJK Kantor Regional Jabar, Sarwono, pada sela-sela Donor Darah di OJK Kantor Regional Jabar, Jalan Ir H Djuanda Bandung, Kamis (10/8).

Sarwono mengemukakan, pihaknya segera meneliti dan menginvestigasi proses pelaksanaan kredit, mulai pengajuan sampai pencairan. Jika pihaknya menemukan adanya kesalahan, tegas Sarwono, sanksinya berupa operasional, yaitu pembinaan agar BPR-BPR itu melakukan perbaikan prosedur kredit.

Dikatakan, sertifikat itu dapat menjadi dokumen pendukung untuk memperoleh kredit. Pasalnya, terang dia, melalui sertifikat itu, BPR mendapat kepastian berkenaan dengan pembayaran angsuran kredit.

Sejatinya, jelas Sarwono, 1 sertifikat peruntukannya bagi 1 BPR. Artinya, kata Sarwono, seorang yang guru atau PNS yang menyertakan sertifikatnya hanya dapat memperoleh kredit dari 1 BPR. Berkenaan dengan kasus ini, Sarwono mengiyakan adanya dugaan duplikasi sejumlah sertifikat guru.

“Kesalahannya, bisa saja dilakukan oknum guru karena ingin memperoleh kucuran dana dari BPR lain. Bisa juga oknum BPR, atau pihak lain. Ini kami selidiki dan teliti. Yang jelas, soal hukumnya, kami serahkan kepada teman-teman kepolisian,” tegasnya. (win)

 

Komentar

komentar