Home » Ekonomi » Penuhi Kebutuhan Idul Fitri, Ini Jumlah Dana Likuiditas yang Disiapkan BJB

Penuhi Kebutuhan Idul Fitri, Ini Jumlah Dana Likuiditas yang Disiapkan BJB

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hampir setiap Ramadan, terutama menjelang Idul Fitri, kerap terjadi peningkatan kebutuhan. Kenaikan itu pun terjadi pada kebutuhan dana tunai.

Melihat kondisi itu, lembaga-lembaga perbankan menyiapkan dana berjumlah besar untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Itu pun dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb.

Pada momen Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2017, lembaga perbankan BUMD itu menyiapkan dana likuiditas bernilai triliunan rupiah. “Secara total, momen Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami menyiapkan dana likuiditas Rp 9,6 triliun,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, Senin (19/6) malam.

Dana senilai Rp 9,6 triliun itu, jelas Ahmad Irfan, lebih tinggi 30 persen daripada periode sama tahun sebelumnya, yamg jumlahnya Rp 5 triliun. Dijelaskan, ada hal yang membuat jajarabnya menyiapkan dana likuiditas lebih banyak.

Itu terjadi, jelas dia, karena trrjadinya sejumlah momen agendatahun ini yang berlangsung bersamaan. Yaitu, sebutnya, Idul Fitri, gahi ke-13 dan 14. Lalu, sambungnya, pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah, dan pemenuhan kebutuhan Tahun Ajaran Baru 2017-2018.

Demi pemenuhan kebutuhan, Ahmad Irfan meneruskan, pihaknya mendistribusikan dana Rp 9,6 triliun itu ke seluruh jaringan kantor bank bjb. Utamanya, seru Ahmad Irfan, kota tujuan mudik. Selain itu, tambahnya, pihaknya pun menyiagakan Anjung Tunai Mandiri (ATM) di banyak titik. “Seluruh unit bersiaga sebagai lankah antisipasi mencegah terjadinya kekosongan saat transaksi mengalami kenaikan,” tegasnya.

Bagaimana dengan Bandung? Senior Vice President Corporate Secretary Division, Hakim Putratama, menambahkan, khusus Kota Bandung dan sekitarnya, pihaknya mengalokasikan dana yang juga bernilai besar, mengingat kebutuhannya pun tergolong tinggi. Angkanya, ungkap Hakim, bernilai Rp 3,4 triliun. (win)

 

Komentar

komentar