Home » Ekonomi » Ini Strategi Bulog Antisipasi Kenaikan Harga

Ini Strategi Bulog Antisipasi Kenaikan Harga

Kepala Bulog Divre Jabar, Abdul Muis (kiri), menjelaskan kondisi harga jual sejumlah komoditi saat Launching Operasi Pasar menjelang Ramadan.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa hari terakhir, harga beberapa komoditi mengalami kenaikan. Terlebih, menjelang Ramadan tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, harga jual beragam komoditi pun merangkak naik.

Karenanya, Perum Bulog menyusun strategi dan jurus untuk menngantisipasi sekaligus mengendalikan harga jual beberapa komoditi, seperti telur, beras, gula outih, bawang merah, bawang putih, dan beras.

“Bulog Pusat mengstruksikan daerah-daerah untuk menggelar operasi pasar (OP) secara serentak. Di wilayah kami, OP bergulir di seluruh sub-divisi regiobal (divre). Ini terlaksana berkat adanya koordinasi antara kami dan pemerintah setempat, termasuk jajaran kepolisian,” tandas Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Abdul Muis, pada sela-sela Launching OP Bulog di Graha Sativa Perum Bulog Divre Jabar, Rabu (17/5).

Diutarakan, di Jahar, pelaksanaan Bulog berlangsung hingga H-1 Idul Fitri di seluruh wilayah sub-divre. Lokasinya, jelas Abdul Muis, pada titik-titik keramaian, seperti pasar tradisional, baik skala besar maupun kecil. Khusus Kota Bandung, ungkapnya, 39 titik pasar menjadi lokasi OP.

Komoditinya, sebut Abdul Muis, antara lain, beras. Kemudian, lanjutnya, gula pasir, bawamg merah dan putih. Berikutnya, tambah dia, minyak goreng, telur ayam, dan daging sapi. Upaya ini, jelasnya, untuk mengendalikan harga jual menjelang Ramadan, yang biasanya, senantiasa mengalami kenaikan setiap tahun.

Mengenai volumenya, Abdul Muis menuturkan, bawang putih sebanyak 10 ton. Selanjutnya, gula pasir sejumlah 2 ribu ton. Daging sapi, sambung dia, sebesar 6 ribu ton. “Harapannya, OP ini menekan sekaligus sebagai upaya stabilisasi harga jual,” pungkasnya. (win)

 

 

Komentar

komentar