Home » Ekonomi » Adukan Subsidi Listrik?  Lewat Kelurahan Dulu

Adukan Subsidi Listrik?  Lewat Kelurahan Dulu

jabartoday.com/ISTIMEWA

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Awal 2017, beredar kabar bahwa tarif tenaga listrik naik. Tentu saja, kabar itu membuat masyarakat mengernyitkan dahinya pertanda beban makin berat.
Kabar itu pun langsung ditanggapi pemerintah. “Tidak ada kenaikan tarif. Yang terjadi adalah pemerintah mencabut subsidi pelanggan 900 VA (Volt Ampere) yamg termasuk golongan keluarga mampu. Sedangkan bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA golongan tidak mampu serta pelaku UMKM, tidak ada pencabutan subsidi,” tandas Jisman Hutajulu, Kepala Sub-Direktorat Harga dan Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Sosialisasi Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Mekanisme Pengaduan di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika Bandung belum lama ini.
Menurutnya, hal itu berarti TTL para pelanggan 900 VA golongan keluarga mampu sesuai tarif keekonomian. Di Indonesia, jelas dia, jumlah pelanggan 450 VA sebanyak 23.086.503 pelanggan. Sedangkan pelanggan 900 VA sejumlah 23.161.286 pelanggan. Akan tetapi, sambungnya, khusus pelanggan 900 VA, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang layak mendapat subsidi hanya sejumlah 4,1 juta pelanggan.
Pihaknya, aku Jisman, menyadari bahwa pencabutan subsidi bagi pelanggan 900 VA golongan keluarga mampu itu, tidak tertutup, banyak masyarakat yang mengajukan pengaduan. Untuk itu, seru dia, pihaknya menyiapkan mekanismenya. “Titik awal pengaduan melalui kelurahan. Itu karena kelurahan lah yang memiliki data penduduk di lingkungannya,” jelas Jisman.
Kemudian, pengaduan berlanjut pada level kecamatan lalu masuk posko pengaduan pusat. Posko ini anggotanya perwakilan TNP2K, Kementerian ESDM, kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial,  dan PT PLN, untuk kemudian menampung, memverifikasi, dan menindaklanjuti pengaduan-pengaduan tersebut.
Dalam acara itu, pembicara TNP2K, Regi Wahono, mengiyakan bahwa hanya 4,1 juta pelanggam 900 VA yang berhak memperoleh subsidi listrik. Regi mengungkapkan, sejauh ini, nilai subsidi listrik begitu besar digelontorkan pemerintah. Sayangnya, kata dia, kurang tepat sasaran.
Sebagai contoh, tukasnya, pada 2015, total subsidi listrik senilai Rp 56,35 triliun. Khusus bagi 23 juta pelanggan 900 VA, nilai subsidinya sejumlah Rp 26,6 triliun. “Padahal, yang layak mendapat subsidi hanya 4,1 juta pelanggan,” sahutnya.
Regi berpandangan, apabila program pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan 900 VA golongan keluarga mampu ini terlaksana, terjadi penghematan anggaran negara yang besar. Nilainya, sebut dia mencapai Rp 22 triliun.  (win) 

Komentar

komentar