Home » Ekonomi » ASITA Tolak Tiket Gunung Tangkuban Parahu Naik

ASITA Tolak Tiket Gunung Tangkuban Parahu Naik

Tangkuban ParahuJABARTODAY.COM – BANDUNG
Para pengelola jasa pariwisata, khususnya, yang selama ini, menggarap pasar wisatawan mancanegara, sepertinya, harus menaikkan tarifnya jika ingin membawa klien-kliennya berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu. Pasalnya, mulai 1 November 2014, tarif wisata Gunung Tangkuban Parahu melejit drastis.
Sebelumnya, tarif wisman senilai Rp 75 ribu per orang. Mulai 1 November 2014, tarifnya melesat drastis menjadi Rp 200 ribu per orang. “Kami sangat berkeberatan, ekstrimnya, menolak kenaikan tarif tersebut, khususnya, bagi wisman,” ujar Ketua DPD Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia Chapter Jawa Barat, Budiyanto Ardiansjah, belum lama ini.
Menurutnya, kenaikan tarif itu tidak rasional sangat memberatkan.  Kenaikan tersebut, tuturnya, setidaknya, hingga 6 bulan mendatang, bagi para operator wisata, terlebih, yang terikat kontrak dengan para kliennya asal mancenegara. kenaikan itu sangat merugikan. Efeknya, tutur Budiyanto, tidak tertutup kemungkinan, terjadi pembatalan kunjungan wisata ke Gunung Tangkuban Parahu.
Putusan kenaikan tarif itu, lanjutnya, berakibat pada naiknya tarif-tarif Tempat Wisata Alam di negara ini. Contohnya, sebut dia, TWA Gunung Bromo, Jawa Timur, yang juga naik tarif. Kenaikan tarif TWA Gunung Bromo ditolak DPD ASITA Jatim
Menyikapi kenaikan itu, Budiyanto mengutarakan, jajarannya mengirimkan surat kepada pengelola Gunung Tangkuban Parahu. Jawabannya, ungkap dia, kenaikan tersebut merupakan pelaksanaan putusan Peraturan Pemerintah No 12/2014.
Kenaikan itu pun, tambahnya, dapat melemahkan daya saing kepariwisataan. Budiyanto mengaku khawatir, kebijakan tersebut berpengaruh pada animo biro perjalanan wisata menjual paket kunjungan ke TWA Gunung Tangkuban Parahu, khususnya, wisman.
Bahkan, seru dia, tidak tertutup kemungkinan, TWA Gunung Tangkuban Parahu terhapus dalam program kunjungan wisata. “Seandainya hal tersebut terjadi, income sektor pariwisata, utamanya, TWA Gunung Tangkuban Parahu, berpotensi turun signfikan,” sahutnya.
Selain tarif tiket wisman, ungkapnya, kenaikan pun terjadi pada tarif bagi wisatawan nusantara. Mulai 1 November 2014, lanjutnya, tarif tiket pada weekday dan bukan hari libur, menjadi Rp 20 ribu per orang. Sebelumnya, sebut dia, senilai Rp 17.500 per orang. Sementara saat weekend dan long weekend, termasuk libur, tarifnya menjadi Rp 30 ribu per orang.
Untuk itu, hasil Rapat Kerja Nasional ASITA di Kutai Kertanegara Kalimantan, 16-18 Oktober 2014, menerbitkan rekomendasi bagi Kementerian Kehutanan. Secepatnya, cetus dia, DPP ASITA mengirimkan surat tersebut kepada kemenhut. “ASITA pun mengajukan judicial review atas PP yang kami anggap tidak rasional itu,” tegasnya.
Menurutnya, PP No 12/2014  lebih tepat  tertuju pada Pengelolaan Hasil Hutan, bukan jasa wisata. “Pemerintah perlu memahami perbedaan sudut pandang antara jasa wisata dan pengelolaan hasil hutan. Jadi, harapannya, pemerintahan baru melakukan pengkajian PP 12/2014 secara lebih saksama,” pungkasnya. (ADR)

Komentar

komentar

2 comments

  1. Pingback: Jesus

  2. Pingback: Dave