Home » Ekonomi » Dongkrak Perolehan, Kantor Pajak Bidik Industri Pengolahan

Dongkrak Perolehan, Kantor Pajak Bidik Industri Pengolahan

pajakJABARTODAY.COM – BANDUNG
Untuk melangsungkan pembangunan, di negara mana pun, negara melakukan pemungutan pajak. Hal itu pun berlaku di Indonesia. Di Jawa Barat, ternyata, tren kinerja perolehan pajak terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Benar. Tiap tahun, perolehan pajak meningkat, Kenaikannya sekita Rp 2 triliun per tahun,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jabar I, Ajat Jatnika, usai Seminar Kebijakan Fiskal 2014 di Hotel Hilton, belum lama ini.

 

Ajat menyatakan, perolehan pajak Jabar setiap tahunnya mencapai dua digit. Tahun lalu, ungkap dia, total perolehan pajak di wilayah kerjanya mencapai Rp 18 triliun. Tahun ini, cetus dia, pihaknya memproyeksikan perolehan pajak naik menjadi Rp 20 triliiun.

 

Pada 2013, tutur Ajat, pencapaian pajak sebesar 95 persen. Harapannya, lanjut dia, pada 2014, pencapaiannya melebihi tahun lalu. Untuk itu, sahut dia, pihaknya menggenjot perolehan dan pencapaian pajak pada beberapa sektor industri. “Yaitu, industri pengolahan, real estat, dan properti, Juga termasuk pajak individu,” tukasnya.
Ajat mengakui bahwa sejauh ini, pajak individu masih kecil. Karenanya, tegas dia, pihaknya berupaya mengoptimalkan pajak individu.
Ajat menyebutkan, sampai 2013, pihaknya mencatat sebanyak 1,2 juta orang wajib pajak (WP) yang bersifat individu di wilayah kerjanya, Ajat menyerukan, jajarannya memproyeksikan kenaikan WP individu 100 ribu orang setiap tahun.

 

Berbicara tentang Pajak Bumi Bangunan (PBB), yang kini pengelolaannya oleh pemerintah kota-kabupaten, Ajat mengemukakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan setiap pemerintah daerah. Pasalnya, bebernya, hingga kini, PBB di masing-masing kota-kabupaten belum termaksimalkan karena adanya sejumlah hambatan.

 

“Karenanya, kami terus berkoordinasi dengan setiap pemerintah kota-kabupaten karena mereka yang lebih paham dan tahu potensi pajak di daeahnya. Ini tujuannya agar perolahan PBB lebih optimal,” tutup Ajat. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.