Home » Ekonomi » Kawasan Industri Padat Karya Ada di Jabar Timur

Kawasan Industri Padat Karya Ada di Jabar Timur

heryawanJABARTODAY.COM – BANDUNG
Naiknya harga jual bahan bakar minyak bersubsidi pada 2013, ditambah meningkatnya upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2014, membuat dunia industri Jawa Barat makin terbebani. Bahkan, pada tahun ini, pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi industri.

 

Perkembangan tersebut membuat banyak industri di Jabar berencana untuk melakukan relokasi ke provinsi lain. “Kami khawatir terjadinya relokasi industri dari Jabar. Itu (relokasi) terjadi karena adanya berbagai faktor, satu diantaranya masalah upah,” ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, usai Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Jabar 2013-2018 di Gedung Sate, Jumat (17/1/2014).

 

Heryawan meneruskan, adanya hal itu, jajarannya menyusun berbagai langkah. Diantaranya dengan menyiapkan pembangunan sebuah kawasan di Jabar Timur. “Yang paling bereaksi pasca kenaikan UMK yaitu industri padat karya. Karenanya, kami berencana membangun kawasan industri, khusus padat karya, di Jabar Timur,”  ucap Aher.
 
Menurutnya, Jabar Timur merupakan titik yang tergolong tepat untuk pembangunan kawasan industri padat karya. Dasarnya, jelas dia, upah di wilayah tersebut masih relatif lebih rendah daripada Jabar bagian tengah dan barat, yang pada masa mendatang, tetap menjadi kawasan industri padat modal.

 

Selain itu, tambahnya, pihaknya yang didukung pemerintah pusat, terus mematangkan perencanaan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Aerocity di Kabupaten Majalengka.  “Harapannya, jika kawasan itu terbangun, relokasi industri-industri tetap di Jabar, tidak ke daerah atau provinsi lain,” sahut Heryawan.

 

Untuk merealisasikannya, Heryawan menyatakan, pihaknya terus melakukan persiapan, pengkajian, dan pembahasan, seperti menyiapkan sarana Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Tujuannya, terang dia, untuk tetap menjaga kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

 

Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Perindustrian, Deddy Widjaya, mendukung rencana pemerintah untuk membangun kawasan industri padat karya di Jabar bagian Timur. Pasalnya, jelas Deddy, kehadiran kawasan industri padat karya di Jabar Timur itu tidak hanya dapat mempertahankan bahkan meningkatkan daya saing industri Jabar, tetapi juga, berefek positif lain.

 

Di antaranya, lanjut Deddy, menjadi sebuah strategi untuk menekan angka pengangguran. “Saya kira, kehadiran kawasan industri padat karya itu dapat menyerap tenaga kerja yang banyak. Ini adalah hal yang positif,” dukung Deddy.

 

Hal senada diutarakan Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Investasi dan Perdagangan, Jhonny Andhella. Jhonny menyarankan, jika memang serius merencanakan pembangunan kawasan industri padat karya di Jabar Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun sarana AMDAL. “Pemerintah yang menyediakan dan membangun. Itu sebagai bentuk insentif bagi pelaku usaha dan indsutri. Jika tersedia, pelaku industri siap berinvestasi,” seru Jhonny.

 

Soal peluang investasi di Jabar Timur, Jhonny berpandangan, kawasan itu memiliki potensi besar. Untuk itu, Pemprov Jabar harus terus berupaya untuk mempromosikan kawasan tersebut. “Selain itu, idealnya, pemerintah pun memberi insentif agar merangsang para investor untuk berinvestasi,” tutup Jhonny. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.