Home » Ekonomi » Tahun Politik Tidak Pengaruhi Otomotif

Tahun Politik Tidak Pengaruhi Otomotif

Seorang pengunjung melihat bagian interior Toyota New Corolla Altis di Trans Luxury Hotel, Kamis (16/1/2014). Toyota optimis industri otomotif di Indonesia tetap bagus di tengah agenda politik. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Seorang pengunjung melihat bagian interior Toyota New Corolla Altis di Trans Luxury Hotel, Kamis (16/1/2014). Toyota optimis industri otomotif di Indonesia tetap bagus di tengah agenda politik. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Perkembangan global yang terjadi pada akhir tahun lalu, membuat banyak kalangan memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini sedikit mengalami perlambatan. Terlebih, tahun ini, bergulir dua agenda politik, yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

 

Namun, ternyata, bagi dunia otomotif, adanya agenda politik tersebut tidak terlalu berpengaruh pada kinerja bisnis. Lina Agustina, Sales Deputy Division Head PT Toyota Astra Motor (TAM), berpendapat, meski banyak pengamat yang menyatakan tahun ini terjadi perlambatan ekonomi, pihaknya tetap optimis bahwa industri otomotif dapat terus tumbuh.“Kami berkaca pada pengalaman. Pada 2005, ekonomi sempat terkendala. Tapi, otomotif tetap tumbuh. Kali ini, kami tetap optimis bahwa industri otomotif tetap bertumbuh,” ujar Lina, pada Launching All New Toyota Corolla Altis, Kamis (16/1/2014) malam.

 

Lina meneruskan, situasi tahun lalu pun tergolong kompleks. Pasalnya, pada awal 2013, perkiraannya, ekonomi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Namun, menjelang akhir tahun, terjadi hal yang tidak terduga. Walau demikian, kata dia, ternyata, total penjualan mobil secara nasional mencapai 1,1 juta unit. Angka itu melampaui pencapaian 2012.

Memandang hal tersebut, Lina optimis tahun ini pun otomotif tetap bergerak naik kendati berlangsung agenda politik. Dia menilai, pada tahun politik ini, peredaran uang cukup besar. “Jadi, kami kira, tahun politik tidak terlalu berpengaruh pada industir otomotif. Kami optimis tetap tumbuh,” seru Lina.

 

Adrian Nur, Operation Manager AUTO 2000 Jawa Barat, menambahkan, tahun ini, di Jabar, pihaknya menargetkan pertumbuhan penjualan. Proyeksinya, sebut dia, secara keseluruhan, angka penjualan sekitar 58 ribu unit. “Tahun lalu, realisasi penjualan selama Januari-Desember 2013 sebanyak 53 ribu unit,” ucapnya.

 

Keyakinan adanya pertumbuhan itu, tambah Adrian, meski prediksi pertumbuhan tahun ini sekitar 5,8-6 persen atau lebih lambat daripada 2013, pertumbuhan ekonomi di Jabar masih tinggi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Jabar, secara rata-rata, melebihi nasional.

 

Indikator optimisme lainnya, tukas dia, masih banyaknya investor yang berinvestasi di Jabar. Itu menunjukkan, bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini masih berpeluang bagi sektor industri mengalami peningkatan, khususnya, bagi sektor otomotif. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.