Home » Ekonomi » Jelang Tahun Baru, bjb Siapkan Rp 2 Triliun

Jelang Tahun Baru, bjb Siapkan Rp 2 Triliun

Direktur Utama Bank bjb, Bien Subiantoro.

Direktur Utama Bank bjb, Bien Subiantoro.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Lazimnya momen-momen besar lainnya, perayaan Tahun Baru 2014 pun, sepertinya akan terjadi peningkatan kebutuhan dana tunai. Itu karena naiknya transaksi untuk memenuhi keperluan perayaan tahun baru. Karenanya, lembaga-lembaga perbankan melakukan sejumlah persiapan. Misalnya, menambah pasokan dana tunai pada mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

 
Penambahan pasokan itu pun dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten alias bank bjb. “Benar. Penambahan itu kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan dana tunai para nasabah,” ujar Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro, di sela-sela Program Corporate Social Responsibility Khitanan Massal, Operasi Bibir Sumbing, dan Operasi Katarak di Halaman Parkir Kantor Pusat bank bjb, Jalan Naripan Bandung, Rabu (25/12).
 
Dalam acara yang berlangsung serentak dan total diikuti 850 anak peserta khitanan massal, 40 orang peserta operasi katarak, dan 5 orang peserta operasi bibir sumbing itu, Bien mengatakan, menjelang Tahun Baru 2014, pihaknya menyiapkan dana yang lebih banyak. Nilainya, ungkap Bien, mencapai sekitar Rp 2 triliun.
 
“Angka itu lebih tinggi daripada persiapan Tahun Baru 2013. Saat itu, dana yang kami siapkan sekitar Rp 1,5 triliun,” sebut Bien. Naiknya alokasi pasokan itu, terang Bien, karena jumlah nasabah bank bjb pun bertambah. Secara otomatis, tambah dia, kebutuhan dana tunai pun naik.
 
Berbicara tentang program CSR, Bien menjelaskan, tahun ini, pihaknya mengalokasikan dana 5 persen laba bersih setelah potongan pajak. Diutarakan, pelaksanaan program CSR, pihaknya fokus pada tiga bidang. Yaitu, tuturnya, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Alasannya, terang dia, ketiga sektor itu memang hal yang dibutuhkan masyarakat dan berefek positif.
 
Tahun depan, lanjutnya, pihaknya masih tetap fokus pada tiga bidang tersebut. Selain itu, ucapnya, pihaknya pun tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan pihak lain untuk menggulirkan CSR, termasuk pemerintah. “Tapi tetap, kami menganut azas transparansi dan profesional,” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar