Home » Ekonomi » TDA Tidak Khawatirkan Plagiasi

TDA Tidak Khawatirkan Plagiasi

UMKM tetap bergeming di tengah hantaman krisis global.

UMKM tetap bergeming di tengah hantaman krisis global.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tingkat persaingan bisnis, semakin ketat pasca bergulirnya era pasar bebas. Bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, tentunya kondisi itu bukan perkara yang mudah untuk mereka sikapi. Apalagi pada 2015, Indonesia terlibat dalam kesepakatan kerjasama ekonomi antar negara ASEAN, yaitu ASEAN Economic Community.

Selain pasar bebas, sampai saat ini, masih banyak hambatan yang dialami para pelaku UMKM. Mulai regulasi pemerintah, termasuk skema pembiayaan perbankan, yang sejauh ini, akses pembiayaan perbankan para pelaku UMKM masih minim, tidak melebihi 20%.

Melihat kondisi itu, Komunitas Tangan Di Atas tidak gentar. Presiden TDA Fauzi Rachmanto mengatakan, pada dasarnya memang regulasi dan kondisi terkini dapat mempengaruhi perkembangan UMKM. “Memang, perkembangan UMKM. Tapi, jangan terlalu mengeluhkan dan bergantung pada kondisi. Sebaliknya, kondisi itu harus membuat para pelaku UMKM lebih kreatif dan inovatif,” ujar Fauzi di Bandung, Selasa (19/11).

Fauzi mencontohkan Turki sebagai negara yang memilki kondisi kurang mendukung pelaku UMKM. Di negara itu, jelas dia, harga jual bahan bakar minyak (BBM), jika dalam kurs rupiah, sekitar Rp 25 ribu per liter. Kemudian, upah minimumnya sekitar Rp 9 juta per bulan. “Tapi, harga jual produknya kompetitif. Yang terjadi, para pelaku UMKM di Turki justru terus berkembang. Itu karena para pelaku UMKM di Turki kreatif dan inovatif,” terangnya.

Selain masalah regulasi dan sejenisnya, Fauzi tidak membantah bahwa plagiasi pun dapat menjadi sebuah ancaman. Akan tetapi, tegasnya, para anggota TDA tidak terlalu mengkhawatirkannya. “Kami tidak khawatir dan takut apabila produk-produk para anggota TDA, yang sampai saat ini, jumlahnya sekitar 20 ribu, diplagiat pihak lain. Itu karena para anggota kami, setiap tiga bulan memproduksi produk baru. Jadi, kalaupun terjadi plagiasi oleh pihak lain, produknya sudah tertinggal artinya tidak lagi yang terbaru,” tegas Fauzi. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.