Home » Ekonomi » Astra Raup Keuntungan Belasan Triliun

Astra Raup Keuntungan Belasan Triliun

astraJABARTODAY.COM – BANDUNG

Kinerja positif ditorehkan industri raksasa multi sektor selama periode Januari-September 2013, PT Astra International Tbk. dan anak perusahaannya (Astra atau Perseroan). Industri tersebut mencatat perolehan laba bersih sedikit melemah jika perbandingannya dengan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam rilisnya mengakui, bahwa pencapaian pendapatan bersih lembaga yang dipimpinnya itu pada sembilan bulan awal 2013 senilai Rp 141,8 triliun. Angka itu lebih rendah 1% daripada pencapaian Januari-September 2012.

Begitu pula, aku Prijono, dengan perolehan laba bersih. Pada periode Januari-September 2013, pihaknya mencatat laba bersih senilai Rp 13,5 triliun. Namun, pada periode yang sama 2012, jajarannya meraup laba bersih yang lebih tinggi 1%, yaitu Rp 14,7 triliun.

Memang, kata Prijono, tren penjualan otomotif masih positif. Akan tetapi, sambungnya, ada beberapa faktor yang cukup berpengaruh pada kinerja. “Antara lain, ketatnya persaingan, kenaikan biaya tenaga kerja, serta turunnya harga komoditas. Prediksinya, hingga akhir tahun ini, kondisinya tidak terlalu banyak perubahan,” ujarnya, Selasa (12/11).

Secara rinci, Prijono menjelaskan perolehan laba bersih perusahaan terbesar di tanah air itu. Pada lini bisnis otomotif, yang menjadi back bone, keuntungan bersihnya senilai Rp 6,9 triliun. Nilai itu, jelasnya, turun 5% lebih rendah daripada periode yang sama 2012.

Secara kinerja penjualan, terangnya, selama triwulan III tahun ini, permintaan kendaraan tinggi. Akan tetapi, persaingan pun tinggi. Ketatnya persaingan karena naiknya kapasitas produksi dan juga biaya operasional, yaitu upah para pekerja.

Tentang penjualan, secara nasional, naik 11 persen atau menjadi 908 ribu unit. “Penjualan mobil grup Astra, juga naik 7 persen atau sebanyak 479 ribu unit. Tapi, pangsa pasar turun, yang semula 55 persen menjadi 53 persen,” sambungnya.

Begitu pula dengan sepeda motor. Penjualan nasional segmen ini, sebut dia, tumbuh 9% atau menjadi 5,8 juta unit. Penjualan produk PT Astra Honda Motor melejit 13% atau menjadi 3,5 juta unit. “Pangsa pasarnya pun naik, yang semula 58 persen, kini menjadi 60 persen.

Pada Divisi Jasa Keuangan, ungkapnya, laba bersihnya tumbuh 17% menjadi Rp 3,3 triliun. Secara keseluruhan, nilai pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif, antara lain, PT Federal International Finance (FIF), PT Astra Sedaya Finance (atau Astra Credit Companies), dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS), naik 11% menjadi Rp 43 triliun, termasuk melalui joint bank financing without recourse. Begitu pula dengan kinerja PT Bank Permata Tbk. Lembaga perbankan yang 44,6% sahamnya dimiliki PT Astra International Tbk, meraup laba bersih Rp 1,3 triliun atau naik 21%. (VIL)

Komentar

komentar