Home » Ekonomi » Ekonomi Jabar Kena Efek Gejolak Buruh

Ekonomi Jabar Kena Efek Gejolak Buruh

deddy widjayaJABARTODAY.COM – BANDUNG

Berbagai permasalahan ekonomi masih terjadi di negara ini, termasuk Jawa Barat, diantaranya masalah perburuhan. Setiap menjelang akhir tahun, kalangan buruh kerap menuntut terjadinya kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK).

“Pada dasarnya, kami, kalangan pengusaha, senantiasa berusaha memperhatikan kesejahteraan rekan-rekan buruh dan pekerja. Tapi, tentunya, hal itu harus sesuai dengan kemampuan perusahaan,” ujar Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia Jabar, Deddy Widjaya, di sela-sela Seminar Economic Outlook 2014 & Menyikapi Tantangan AEC 2015 yang digelar jabartoday.comdi Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, Rabu (6/11).
         
Deddy menyatakan, saat ini, keadaan dan kondisi industri Tatar Pasundan tergolong berat. Itu terjadi sebagai efek krisis global. Situasi itu, sambung dia, semakin berat karena adanya aksi dan gejolak para buruh yang menuntut kenaikan UMK. “Kami tidak pernah melarang para pekerja dan buruh untuk berunjuk rasa karena hal itu adalah hak mereka. Tapi, operasional perusahaan dan industri harus tetap berlangsung. Tapi, yang terjadi, banyak aksi mengganggu aktivitas produksi. Itu karena banyak buruh yang mangkir. Otomatis, produksi tidak optimal,” paparnya.
         
Hal tersebut, tambah Deddy, dapat berpengaruh kepada para pengusaha untuk berinvestasi. Tidak tertutup kemungkinan, para pengusaha pun melakukan relokasi ke luar Jabar. Atau, kata Deddy, jika berkaitan dengan ASEAN Economic Community 2015, bisa saja, pengusaha mempekerjakan tenaga kerja asing karena upahnya lebih murah. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.