Home » Ekonomi » PT KAI Re-aktivasi Jalur Bogor-Sukabumi

PT KAI Re-aktivasi Jalur Bogor-Sukabumi

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Selama beberapa tahun, jalur kereta api Bogor-Sukabumi tidak aktif. Padahal, rute tersebut memiliki potensi yang cukup besar. Karenanya, jajaran PT Kereta Api Indonesia menyusun rencana untuk melakukan re-aktivasi rute tersebut.

“Benar. Rencana kami seperti itu. Kami menyiapkan rangkaian KA untuk melayani Bogor-Sukabumi, yaitu KA Pangrango. Jika tidak ada kendala, pada 9 November 2013, KA Pangrango resmi beroperasi,” ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional II Bandung, Jaka Djarkasih, di Bandung, Rabu (6/11).

Pada tahap awal, tutur Jaka, pihaknya mengoperasikan Bogor-Sukabumi. Selanjutnya, tambah dia, pihaknya bersiap untuk jalur lainnya yang juga menghubungkan Sukabumi. “Yaitu, Cianjur-Sukabumi,” ungkap pria asal Soreang, Kabupaten Bandung tersebut.

Dikatakan, jalur Bogor-Sukabumi, terakhir kali beroperasi pada 2011. Saat itu, tuturnya, pihaknya mengoperasikan KA Bumi Geulis pada rute tersebut. Akan tetapi, adanya berbagai hal membuat jajaran PT KAI menghentikan pengoperasian rute tersebut.

Jaka mengemukakan, selain potensi bisnis cukup terbuka, rencana re-aktivasi Bogor-Sukabumi didasari oleh adanya permintaan dan kebutuhan masyarakat. Dasar lainnya, tambah dia, adanya instruksi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, yang isinya menghidupkan kembali jalur itu.

Berdasarkan rencana, KA Pangrango menggunakan 1 Lokomotif CC-204. Rangkaiannya terdiri atas 1 gerbong Eksekutif (K1), 3 gerbong Ekonomi AC (K3AC), 1 gerbong makan AC, dan  Genset (MP3AC).

Dijadwalkan, KA bertolak dari Bogor pukul 07.30, 12.30, dan 17.30 setiap harinya. Sementara keberangkatan dari Sukabumi, pukul 05.00, 10.00, dan 13.00 setiap harinya.

Soal tarif, Jaka menyatakan, nilainya variatif. Pada tarif relasi Cianjur-Sukabumi, kelas Ekonomi AC (K3 AC) Rp. 10 ribu per orang. Kelas Eksekutif (K1) seharga Rp 25 ribu per orang. “Sementara tarif kelas eksekutif Rp. 60 ribu per orang,” tutup Jaka, seraya menyatakan optimismenya bahwa KA Pangrango dapat meraih okupansi 70%. (VIL)

Komentar

komentar