Home » Ekonomi » Tahun Ini, bank bjb Untung Besar

Tahun Ini, bank bjb Untung Besar

Direktur Utama Bank bjb, Bien Subiantoro.

Direktur Utama Bank bjb, Bien Subiantoro.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kinerja positif ditunjukkan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau bank bjb selama periode Januari-September 2013. Lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut sukses mencatat perolehan laba yang besar.

Alhamdulillah, kami berhasil meraih laba yang positif. Angkanya Rp 1,1 triliun. Angka itu melebihi ekspetasi kami, yang pada awal tahun 2013, berdasarkan rencana bisnis bank (RBB), targetnya Rp 900 miliar,” ujar Direktur Utama bank bjb, Bien Subiantoro, Sabtu (26/10).

 

Bien mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kinerja dan performa bisnis perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung tersebut tergolong stabil, meskipun kondisi ekonomi global cukup berpengaruh pada situasi domestik. Berdasarkan data, stabilnya bisnis itu tercermin pada beberapa rasio keuangan.

 

Misalnya, sebut dia, return on asset (RoA) sebesar 2,2 persen, return on equity (RoE) 23,5 persen, dan net interest margin (NIM) 8 persen. “Total aset kami pun selama periode Januari-September 2013 positif, yaitu mencapai Rp 75,9 triliun,” sebutnya.

 

Dalam situasi ekonomi saat ini, jelas Bien, pihaknya  menerapkan beberapa strategi demi menjaga kinerja. Antara lain, ucapnya, ekspansi jasa keuangan. Lalu, tambahnya, mendorong dana pihak ketiga (DPK), ekspansi kredit, dan lainnya.“Strategi operasional, kami menekan cost of fund, yang semula 4,6 persen menjadi 4,8 persen. Itu sejalan dengan BI Rate sebesar 7,25 persen. Kami optimis, hingga akhir 2013, cost of fund dapat mencapai 5,5 persen,” paparnya.

Mengenai kredit, Bien mengutarakan, sejauh ini tergolong stabil. Pertumbuhannya 34,4%. Pertumbuhan itu melebihi rata-rata perbankan, sebesar 22%. Nominalnya, tutur Bien, selama 9 bulan pertama tahun ini, sebesar Rp 44,1 triliun. Meski kredit tumbuh pesar, Bien menegaskan, jajarannya berusaha keras menjaga Non-Performing Loans (NPL) atau kredit macet pada level 0,11%.

 

Namun, aku Bien, pada 2014, pihaknya tidak terlalu ekspansif, yaitu dalam hal penyaluran kredit konsumtif. Disebabkan adanya imbauan Bank Indonesia agar lembaga-lembaga perbankan di Indonesia mengerem likuiditas kreditnya. “Tahun depan, kami berusaha menjaga pertumbuhan kredit 20-25 persen. Yang kami genjot tahun depan yaitu dana simpanan,” tukasnya.

 

Selain itu, imbuh Bien, tahun depan pun, pihaknya konsentrasi pengembangan jaringan di Jabar-Banten. “Untuk luar Jabar, utamanya, Jawa, kami berencana tidak melakukan pengembangan jaringan,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar