Home » Ekonomi » Penjualan Blackberry di Bandung Anjlok

Penjualan Blackberry di Bandung Anjlok

blackberryJABARTODAY.COM – BANDUNG

Belum lama ini, para pengguna telepon seluler pintar berbasis android dapat menikmati fasilitas blackberry messenger. Ternyata, hal itu berefek besar bagi ponsel pintar Blackberry. Adanya aplikasi BBM pada smartphone android membuat penjualan BB drop cukup drastis.

Pantauan menunjukkan, beberapa toko penjualan ponsel di kawasan Metro Indah Mall, Jalan Soekarnohatta Bandung, Sabtu (26/10), penjualan BB turun signifikan. Rata-rata, turunnya 20-50%. Selain penjualan turun, harga jualnya pun turut melorot sekitar 20-30%. Toko jual beli ponsel pun membeli BB kepada konsumen dalam harga yang murah.
Seperti yang diutarakan Pengelola Fajar Cellular, Kiki. Dia mengakui bahwa saat ini perbandingan penjualan antara BB dan Android sekitar 40:60. Artinya, 40 persen konsumen membeli BB dan 60 persen memiliki android. Situasi ini berbeda dengan awal 2013.Awal tahun, penjualan BB lebih tinggi daripada android. Tapi, sejak dua bulan silam, kondisinya berubah,” ujar Kiki.
         
Menurutnya, kondisi itu terjadi ketika adanya kabar bahwa aplikasi BBM terdapat pada smartphone android. Situasi itu menyebabkan terjadinya peningkatan penjualan android. Sebaliknya, hal itu membuat penjualan BB turun.
         
Dijelaskan, pekan-pekan terakhir, merupakan puncak merosotnya penjualan BB. Itu terjadi pada saat aplikasi BBM dapat dipakai para pengguna android. “Otomatis, harga jual pun drop. Itu karena kami sulit melakukan penjualan BB,” kata dia.
         
Kiki mencontohkan, harga jual BB baru yang dilengkapi kemasan, normalnya sekitar Rp 3 juta per unit. Namun, kondisi saat ini, sambungnya, harganya turun. Maksimal, sebut dia, sekitar Rp 2 juta.
         
Keterangan yang hampir sama diutarakan pedagang lain, Nita. Perempuan yang bekerja pada Toko Lautan Cellular ini menyatakan, permintaan produk Android terus meningkat. “Tapi, BB memang anjlok. Beberapa toko di sini pun tidak seluruhnya membeli BB dari konsumen. Soalnya, harganya turun. Misalnya, BB berharga normal Rp 1,7 juta, sekarang, harga jualnya Rp 1,4 juta,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar