Home » Ekonomi » Sepeda Motor Dominasi Pertumbuhan Penyaluran Kredit

Sepeda Motor Dominasi Pertumbuhan Penyaluran Kredit

mobil2JABARTODAY.COM – BANDUNG

Adanya skema kredit memang membantu pertumbuhan ekonomi. Diantara berbagai jenis sektor, otomotif menjadi skema kredit tertinggi di Jabar.

“Benar. Otomotif menjadi sektor tertinggi penyaluran kredit di Jabar. Selama Januari-Agustus 2013, pertumbuhannya 55,3 persen,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, Senin (21/10).

Dian menyebutkan, secara nominal, selama delapan bulan pertama tahun ini, total mencapai Rp 231,79 triliun. Sebesar Rp 50 triliun lebih di antaranya, sambung Dian, adalah bagi sektor perdagangan. Memang, ucapnya, berdasarkan volume kredit, perdagangan dan pengolahan masih yang tertinggi. Akan tetapi, sambungnya, jika mengacu pada pertumbuhan, otomotif yang tertinggi. “Juga termasuk komunikasi dan warehouse (pergudangan),” sahut dia.

Menurutnya, apabila pertumbuhan kredit otomotif sebesar 55,3 persen, sektor perdagangan, yang masih mayoritas penyaluran kredit, kenaikannya sebanyak 23 persen. Ini menunjukkan, terang Dian, anomi masyarakat Jabar terhadap kredit otomotif, utamanya, sepeda motor dan mobil,  tergolong tinggi. Salah satu indikatornya, jelas Dian, terlihat pada respon masyarakat atas beredarnya mobil Low Cost Green Car (LCGC).

Meski demikian, Dian mewanti-wanti lembaga-lembaga perbankan supaya berhati-hati ketika menyetujui penyaluran kredit. Hal itu, imbuhnya, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kredit macet. Untuk itu, Dian meminta, lembaga-lembaga perbankan wajib menaati dan menjalankan batas minimum uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB).

Mengenai Non-Performing Loans atau kredit macet di Jabar, Dian menilai sejauh ini masih tergolong terkendali. Besarnya, ungkap dia, sejumlah 2,82 persen. “Nilainya sekitar Rp 4,31 triliun dan itu terdiri atas beragam sektor,” tukasnya.

Respon positif masyarakat Jabar membeli kendaraan tidak ditampik Auto 2000, main dealer PT Toyota Astra Motor (TAM), sebagai penyalur kendaraan LCGC. Ardian Noor, Sales Manager Auto 2000 Area Jabar, mengungkapkan, sejak perkenalan awal, September 2013, penjualan Agya, melalui pemesan (inden), mencapai ribuan unit. Jumlahnya, sekitar 1800 unit.

Mengenai pembatasan uang muka KKB, Ardian menegaskan, pihaknya menaati ketentuan yang berlaku. “Uang muka bagi LCGC tetap minimalnya 30 persen,” tutup Ardian. (VIL)

Komentar

komentar