Home » Ekonomi » Ekspor Jabar Terancam Melemah

Ekspor Jabar Terancam Melemah

Kadin JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, pemerintah Amerika Serikat melakukan hal sangat mengejutkan. Pemerintah negeri adidaya itu menghentikan roda pemerintahannya. Sekitar 800 ribu pegawai negeri negara itu pun dirumahkan. Tentunya, situasi tersebut berdampak besar bagi sektor ekonomi.

“Amerika adalah negara besar. Satu hal saja terjadi, efeknya luar biasa. Nah,  yang terjadi di Amerika, efeknya tidak hanya dapat dirasakan Indonesia, utamanya, Jabar, tetapi juga hampir seluruh negara,” ujar Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Bidang Investasi dan Perdagangan Luar Negeri, Jhonny Andella, Kamis (3/10).

Jhonny berpendapat, bagi Jabar, Amerika merupakan salah satu pasar ekspor utama. Banyak produk Jabar, sambung Jhonny, yang menembus pasar negara raksasa dunia tersebut. Antara lain, produk garmen dan juga elektronika. Namun, kata Jhonny, situasi terkini di negeri Paman Sam itu, dapat berpengaruh pada kinerja ekspor Jabar.

Melihat kondisi itu, Jhonny menilai, jika situasinya tidak berubah, tidak tertutup kemungkinan Jabar mengalami perlambatan ekspor hingga akhir tahun ini. Meski demikian, Jhonny mengaku belum dapat memprediksi seberapa besar pelemahan ekspor Jabar berkenaan dengan perkembangan di Amerika. “Kita lihat saja perkembangannya dalam beberapa pekan mendatang,” tuturnya.

Selain ekspor-impor, tambah Jhonny, ada pengaruh lain sebagai efek perkembangan situasi di AS. Dampak lain tersebut, jelas Jhonny, yaitu dalam hal investasi. Jhonny berpandangan, sejauh ini, AS berkontribusi cukup besar pada investasi di tanah air, termasuk Jabar.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Koordinasi dan Promosi Penanaman Modal Daerah Jabar, nilai investasi periode Januari-Maret 2013, mencapai belasan triliun. Minat investasi di Jabar, baik Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri selama triwulan I 2013 mencapai Rp 18.977.112.194.824. Jepang, yang pada merupakan investor terbesar pada periode tersebut, yaitu Rp 7,93 triliun.

Besarnya nilai investasi Jepang itu juga diimbangi jumlah proyek yang digarap negeri Matahari Terbit tersebut di tatar Pasundan. Pada triwulan I 2013, Jepang siap menggarap sekitar 160 proyek, yang nilai totalnya Rp 7,93 triliun.

Investasi besar lainnya, yaitu yang bersifat gabungan. Investasi ini gabungan antara investor domestik dan negara lain. Angkanya pun mencapai triliunan rupiah, sekitar Rp 5,43 triliun. Negara-negaranya, antara lain, Indonesia-China, Indonesia-Amerika, dan lainnya. Jumlah proyeknya sekitar 54 proyek dan menyerap tenaga kerja sebanyak 50.670 orang. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.