Home » Ekonomi » Soal Regulasi LCGC, Pusat Harus Inline dengan Daerah

Soal Regulasi LCGC, Pusat Harus Inline dengan Daerah

ToyotaJABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, pemerintah menerbitkan regulasi mengenai Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah yang ramah lingkungan. Adanya regulasi itu, PT Toyota Astra Motor (TAM) pun secara resmi, merilis varian LCGC terkininya, Astra Toyota Agya, khusus di Jawa Barat, Jumat (27/9) sore.

“Secara manufaktur, kami memproduksi Agya sudah sesuai peraturan. Misalnya, memiliki kandungan lokal 85 persen. Lalu, konsumsi bahan bakar sebesar 1 liter per 20 kilometer,” ujar Enjang Dana Resi, Hatchback Product Manager PT TAM, pada peluncuran Toyota Agya di Graha Tirta Siliwangi.

Enjang berpendapat, secara ekonomi, mobil LCGC dapat berdampak positif. Itu karena, hadirnya mobil LCGC terkininya tersebut dapat menciptakan konten lokal yang lebih banyak. Selain itu, lanjutnya, juga dapat mendongkrak investasi. “Efek lainnya, penyerapan tenaga kerja,” kata dia.

Berkenaan dengan adanya anggapan bahwa hadirnya produk LCGC itu dapat menambah kepadatan lalu lintas, karena belum adanya penambahan sarana infrastruktur, Enjang menilai, hal itu merupakan ranah dan kewenangan pemerintah.

Dia berpandangan, penambahan ruas jalan menjadi salah satu upaya pemecahan masalah kepadatan lalu lintas. Akan tetapi, ucapnya, agar penambahan jalan itu dapat berlangsung, sebaiknya pemerintah harus melakukan berbagai upaya. Diantaranya, sebut dia, pemerintah in line atau melakukan sinergisitas, antara pemerintah pusat dan daerah, baik provinsi maupun kota-kabupaten. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.