Home » Ekonomi » PT KAI Ajak Bersaing Sehat Pengusaha Angkutan

PT KAI Ajak Bersaing Sehat Pengusaha Angkutan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan. (ISTIMEWA)

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan. (ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Secara resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Sabtu (28/9), mengoperasikan KA Ciremai Ekspres rute Bandung-Cirebon. Namun, di balik pengoperasian itu, beberapa waktu lalu, jajaran DPD Organisasi Angkutan Darat Jawa Barat menolak kehadiran KA Ciremai Ekspres.

Menanggapi itu, Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, tidak ambil pusing. Ia menyatakan, pihaknya tetap mengoperasikan rute tersebut. “Tidak ada penangguhan atau pembatalan. Kami tetap operasikan,” tegas Jonan di Kantor Pusat PT KAI, Sabtu pagi.

Jonan mengaku tidak mengerti mengapa para pelaku usaha angkutan umum menolak rute itu. Dia berpendapat, jalur KA berbeda dengan angkutan umum, karena tidak menganggu angkutan darat lainnya. Dia menilai, apa yang dikhawatirkan DPD Organda Jabar, bahwa dapat terjadi peralihan penumpang, yang semula menggunakan bus atau angkutan darat lainnya pada KA merupakan hal yang tidak logis.

Dia mengatakan, dalam pengembangan usaha, tentunya terjadi iklim persaingan. Yang perlu dilakukan, baik PT KAI maupun para pebisnis angkutan, yaitu meningkatkan pelayanan. “Lagipula, penumpang memiliki selera yang berbeda. Ada yang suka bepergian menggunakan bus. Ada pula yang menggunakan KA, dan angkutan lainnya,” imbuh Jonan.

Jonan mencontohkan, pengoperasian ruas tol Cikampek Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dan Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi). Pada awal pengoperasiannya, tidak sedikit penumpang KA yang beralih pada angkutan bus atau travel. Meski begitu, tukasnya, PT KAI tidak memprotesnya. “Sebaliknya, itu memacu kinerja kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan,” tekadnya.

Karenanya, Jonan mengimbau sekaligus mengajak para pebisnis angkutan untuk bersaing secara sehat. Dia berpandangan, jika pelayanan seluruh angkutan umum baik, tentunya, para pebisnisnya tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya peralihan penumpang. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.