Home » Ekonomi » Bulog Akan Rangsang Petani Kedelai

Bulog Akan Rangsang Petani Kedelai

kedelaiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Ketersediaan dan pasokan komoditi ditambah oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh pada perkembangan harga jual berbagai komoditi. Adalah kedelai, komoditi yang selama beberapa hari terakhir, harga jualnya melejit.

Melejitnya harga jual kedelai karena produksi domestik lebih kecil daripada kebutuhannya. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan itu, impor menjadi opsi. Namun, biaya impor kedelai pun tinggi.

Melihat kondisi itu, belum lama ini, Perum Bulog menyatakan siap melakukan impor sekaligus melakukan pendistribusiannya. Secara nasional, lembaga BUMN itu siap mengimpor 100 ribu ton kedelai dari AS.

Adanya rencana itu diamini Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat, Usep Karyana. Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa kebutuhan kedelai di Jabar sekitar 20-26 ribu ton/bulan dan mayoritas impor. “Artinya, produksi kedelai lokal tidak mencukupi kebutuhan di Jabar,” ujar Usep di Bandung, Kamis (29/8).

Usep menyatakan, saat ini kedelai menjadi salah satu komoditi prioritas pemerintah. Hal itu, sambungnya, terjadi setelah harga jual komoditi itu melambung sebagai efek biaya impor yang tinggi karena pelemahan rupiah.
Pihaknya, tegas Usep, siap melakukan pendistribusian jika impor yang dilakukan pemerintah jadi terealisasi. “Untuk tahap awal, volumenya sekitar 4 ribu ton,” ungkap pria asal Garut itu.

Selain mendistribusikan, seperti diutarakan Usep, untuk menggairahkan para petani kedelai di Jabar, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12/2013, Bulog siap menampung produksi para petani kedelai di tatar Pasundan. Berdasarkan regulasi itu, imbuhnya, pemerintah menetapkan harga patokan pemerintah (HPP) kedelai. “Nilainya, sekitar Rp 7.000 per kilogram. Itu untuk merangsang gairah para petani kedelai guna meningkatkan produktivitasnya,” tandas Usep. (ERA)

Komentar

komentar