Home » Bandung Raya » Bank NISP Didemo Pekerjanya

Bank NISP Didemo Pekerjanya

Puluhan karyawan non staf Bank OCBC NISP melakukan aksi unjuk rasa di Kantor OCBC NISP, Jalan Cibeunying, Senin (26/8). Mereka menuntut persamaan upah dengan karyawan lainnya. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Puluhan karyawan non staf Bank OCBC NISP melakukan aksi unjuk rasa di Kantor OCBC NISP, Jalan Cibeunying, Senin (26/8). Mereka menuntut persamaan upah dengan karyawan lainnya. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Puluhan pekerja non-staff Bank OCBC NISP melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah sesuai dengan aturan yang berlaku, Senin (26/8). Para pekerja yang terdiri dari supir, petugas keamanan dan office boy, yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, meminta agar tidak ada diskriminasi antara staf dan non staf.

Seperti diutarakan Koordinator Lapangan, Budi Huis, pekerja yang tergabung di dalam FSPMI dibuat tidak nyaman dalam menjalani tugasnya. “Posisi yang tadinya aman, setelah adanya FSPMI ini dibuat tidak nyaman dalam pekerjaanya,” ujar Budi di sela-sela aksi di Bank OCBC NISP, Jalan Cibeunying.

Budi yang bekerja sebagai satpam di bank asing tersebut menyebut diskriminasi terjadi juga dalam hal pemberian upah, termasuk bonus. Ia menuturkan, gaji staf naik 21%, sedangkan non-staf hanya 4-5%. “Padahal UMK (upah minimum kabupaten/kota) sudah naik saat ini. Bahkan ada staf yang gajinya di atas 5 juta rupiah,” keluhnya.

Menurut Budi, perundingan dengan tempatnya bekerja tidak menemui kata sepakat, karena pihak OCBC NISP tidak ingin mendengar keinginan para pekerja. Ia berharap agar NISP tidak melakukan pembedaan, mengingat tugas yang mereka lakukan sama penting dengan teller, customer service, maupun marketing.

Sebelum ke Cibeunying, para pekerja menyambangi kantor pusat NISP yang berada di Jalan Asia Afrika dan menyerukan tuntutan yang sama. Dalam orasinya, mereka menyebut pabrik tahu lebih baik dalam memperhatikan karyawannya. “Pabrik tahu saja memberikan kenaikan hingga Rp 160 ribu. Masa bank sebesar ini cuma ngasih Rp 100 ribu,” teriak salah satu orator.

Massa sendiri mendatangi kantor di Cibeunying sekitar pukul 11.30 dan masih bertahan hingga pukul 13.30. Puluhan aparat kepolisian yang berasal dari Polrestabes Bandung dan Polsek Bandung Wetan menjaga ketat tempat tersebut. Selain berorasi, pekerja juga berjoget mendengarkan lagu dangdut yang keluar dari sound system yang mereka bawa. (VIL)

Komentar

komentar