Home » Bandung Raya » Omzet Tukang Bendera Anjlok

Omzet Tukang Bendera Anjlok

benderaJABARTODAY.COM – BANDUNG

Naik turun di dunia bisnis bukan monopoli pengusaha kelas kakap saja, bahkan pedagang kecil pun dapat mengalaminya. Sejumlah pedagang mengaku penjualan bendera menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 cenderung sepi.

Agus (45), pedagang bendera di kawasan Jalan Suci, mengatakan sepinya suasana penjualan bendera. Kondisi itu diakui Agus membuat omzet turun jika perbandingannya dengan momen yang sama tahun lalu. “Kalau soal ramai, lebih baik tahun lalu,” kata Agus, Jumat (16/8).

Agus menyebut, omzetnya anjlok cukup drastis mencapai sekitar 50%. “Tahun lalu, omzet sekitar Rp 14 juta. Sekarang, turun menjadi sekitar Rp 7 juta. Padahal, saya mulai berjualan akhir Juli atau sebelum Idul Fitri,” terangnya.

Biasanya, diutarakan Agus, penjualan bendera ramai pada H-7 Kemerdekaan RI. Kenyataannya, ia sendiri baru dapat menjual beberapa helai bendera ditambah sejumlah umbul-umbul.

Kemungkinan, kondisi ini terjadi karena momen HUT Kemerdekaan RI berdekatan dengan Idul Fitri 2013 yang membuat konsumen cenderung berbelanja untuk lebaran. “Selain itu, banyak pembeli yang mudik,” singkatnya.

Melihat kondisi ini, Agus khawatir akan mengalami kerugian. Pasalnya, terang pria yang menjadi pedagang musiman sekitar 10 tahun ini, dia meminjam modal senilai Rp 12 juta. Uang itu digunakan untuk membeli kain dan membuat bendera dalam beraneka bentuk. “Saya meminjam uang itu kepada seorang bandar produsen bendera,” ungkapnya.

Mengenai harga jual, Agus menyatakan, angkanya sekitar Rp 15 hingga Rp 45 ribu per helai. Harga itu bergantung pada ukurannya. “Background bendera merah putih pun saya jual. Yang biasa, harganya Rp 200 ribu. Sementara yang berbahan baku karet, harganya lebih mahal sedikit, yaitu Rp 250 ribu,” tandas Agus yang juga menjual bambu sebagai tiang. (VIL)

Komentar

komentar