Home » Ekonomi » Regulasi Ekspor Hadang Kopi Jabar

Regulasi Ekspor Hadang Kopi Jabar

kopiiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Tidak mengherankan bila kopi asli Jawa Barat diklaim oleh pihak lain, termasuk asing, dikarenakan regulasi soal ekspor yang hanya dimonopoli 3 daerah, yakni DKI Jakarta, Sumatera Utara serta Jawa Timur. Itu membuat para pembudidaya juga pedagang kopi Jabar sulit mengenalkan kepada masyarakat luar.

Menurut Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, perlu deregulasi ekspor agar para pihak yang ada di dalamnya bisa maju. “Kalau ada yang seperti itu (regulasi), nasib petani tidak akan berubah. Apalagi kopi ini pasar potensial dan masyarakat harus menikmati kopi lokal,” ujar Deddy, usai pertemuan di Java Preanger Coffee & Resto, Kamis (15/8) malam.

Java Preanger sendiri adalah kopi produksi Tatar Pasundan berkualitas, dan Pemerintah Provinsi Jabar memiliki kepentingan untuk membudidaya dan memperkenalkan kepada masyarakat luas. Deddy sendiri menuturkan, klaim kopi asal Jabar oleh pihak luar adalah kelalaian pemerintah. “Itu yang akan kita rubah, dari regulasi, kemudian sertifikasi. Masyarakat punya hak untuk menikmati kopi lokal,” terangnya.

Mengenai izin ekspor yang dikuasai 3 daerah, diakui juga oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Ferry Sofwan Arief. Justru, Arief menyatakan, hal ini yang akan didobrak dan membuat petani tidak hanya sekedar pembudidaya tapi juga trader. ” Belum terbuka sistem perdagangannya dan itu yang akan kita dobrak agar para pembudidaya dapat menjadi trader,” ucap Ferry.

Ferry mengungkapkan, potensi lahan kopi di Indonesia sudah sangat besar nyaris 600 ribu hektare dan bisa mengalahkan Brazil, produsen kopi terbesar dunia. Namun itu untuk jangka panjang, Ferry menyebut, keluarnya sertifikasi mengenai kopi dari Jerman lebih penting saat ini.

“Sehingga apapun produk yang dikeluarkan oleh Jabar telah memenuhi standarisasi. Dan para petani ini bisa menghasilkan, mendapat penghargaan dari kopi. Tidak hanya dibeli oleh tengkulak. Nantinya akan ada koperasi yang menampung juga komunitas yang membudidayakan kopi,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar