Home » Ekonomi » Potensial, Telkomsel Bidik Remaja Muda

Potensial, Telkomsel Bidik Remaja Muda

Head of Branch Bandung Department PT Telkomsel, Estining Putut, bersama Coboy Junior, dalam jumpa pers di Harris Hotel, Senin (24/6). Telkomsel mengincar pasar remaja muda Indonesia. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Head of Branch Bandung Department PT Telkomsel, Estining Putut, bersama Coboy Junior, dalam jumpa pers di Harris Hotel, Senin (24/6). Telkomsel mengincar pasar remaja muda Indonesia. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Telkomsel membidik remaja muda sebagai pasar potensial mereka ke depannya, hal itu ditunjukkan dengan peluncuran Kartu As PlayMania. Produk ini sendiri dipersembahkan khusus untuk segmen Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dan memakai boyband cilik, Coboy Junior, sebagai brand ambassador-nya.

Kartu ini juga merupakan produk utama Telkomsel dalam mendukung rangkaian konser Coboy Junior di 30 kota di Indonesia. “Kami mengincar segmen youth, yang adalah pasar potensial di masa depan bagi kami,” ujar Head of Branch Bandung Department PT Telkomsel, Estining Putut, dalam jumpa pers di Harris Hotel, Senin (25/6).

Saat disinggung soal target Telkomsel hingga akhir 2013 nanti, Putut menyatakan, pihaknya mengincar 131 juta pelanggan untuk nasional dengan revenue Rp 60 triliun. Bahkan, dirinya yakin target tersebut tercapai, terutama setelah diluncurkannya Kartu As PlayMania.

“Pelanggan kami ada 125 juta, kami mengincar 11 hingga 13 juta pelanggan sampai akhir tahun. Dan kami yakin, karena tiap bulannya bertambah 300 ribu pengguna Telkomsel,” klaim Putut.

Untuk produk sendiri, Simpati masih mendominasi dengan 50% dari 2 lainnya, yakni Kartu Halo dan Kartu As. Namun, dikatakan Putut, Simpati dan Kartu As sendiri sudah saling mengimbangi.

“Kartu Halo itu segmennya untuk orang yang udah mapan. Remaja banyak yang pakai As, tapi masih ada juga yang pakai Simpati agar lebih gaya. Simpati-As sebelas duabelas lah,” ucapnya.

Putut juga tidak menutup menambah Base Transceiver Station (BTS) yang saat ini berjumlah 54 ribu dan tersebar di seluruh wilayah populasi Indonesia, termasuk daerah terpencil, pulau terluar, juga perbatasan negara. Putut sendiri tidak berani sesumbar, kalau coverage pihaknya telah mencangkup seluruh wilayah Tanah Air.

“99 persen telah menjangkau seluruh populasi Indonesia. Kenapa populasi, bukan wilayah? Karena kita tidak akan membangun pemancar di tempat yang tidak ada penduduknya, maka itu kita menyebut populasi,” terang pria berkacamata itu.

Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular nasional, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta uji coba Long Term Evolution. Maka itu, seperti diutarakan Putut, pihaknya saat ini sedang fokus pembangunan BTS yang berbasiskan 3G. (VIL)

Komentar

komentar