Home » Ekonomi » Tarif Angkutan Umum Akan Naik

Tarif Angkutan Umum Akan Naik

bbmJABARTODAY.COM – BANDUNG

Kenaikan sejumlah komoditas yang berkaitan dengan transportasi seperti spare part, ban, dan oli mendorong adanya rencana kenaikan tarif angkutan umum darat. Sejak 2009 hingga kini, harga sejumlah komponen kendaraan telah naik sekitar 30 persen, sementara di waktu yang sama belum pernah terjadi kenaikan tarif angkutan umum.

“Kenaikan tarif diperkirakan tidak kurang dari 25 persen. Dengan catatan, harga komoditas BBM tidak dinaikkan. Bila BBM naik, maka kenaikan tarif akan menyesuaikan besaran kenaikan harga BBM,” kata Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Jawa Barat, Aldo F. Wiyana, Jumat (10/5).

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi menjadi Rp 5500-Rp 6000/liter. Bila itu terjadi, diutarakan Aldo, tarif angkutan akan naik sebesar 30-35 persen. “Namun demikian, tarif angkutan bisa saja naik hingga 40 persen bila harga BBM naik menjadi Rp 6.500/liter,” ucapnya.

Dirinya berpandangan, kenaikan BBM bersubsidi berimbas pada makin tingginya tarif angkutan dan akan menurunkan load factor (keterisian penumpang). Bagi yang tidak keberatan, mereka tetap menggunakan angkutan umum, tapi bagi yang merasa keberatan, mereka akan beralih kepada sepeda motor.

“Padahal 80 persen kecelakaan itu dialami oleh sepeda motor. Maka tidak mustahil angka kecelakaan akan bertambah, pengguna sepeda motor melonjak dan menyebabkan kemacetan. Bila sudah seperti itu, penghematan BBM juga tidak akan berfungsi karena beralih terhadap pengguna sepeda motor,” tukasnya.

Aldo juga menyayangkan tiadanya program yang dipersiapkan bagi para pengusaha transportasi terkait kenaikan harga BBM. Ia menyebut, pemerintah hanya fokus pada kompensasi bagi masyarakat tidak mampu, bila jadi menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Sementara kami yang sangat berkaitan erat dengan kebjiakan kenaikan BBM dilupakan. Buktinya, hingga saat ini Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral belum menjawab pertanyaan kami mengenai program insentif terkait kenaikan BBM bagi para pengusaha transportasi,” tandas Aldo. (VIL)

Komentar

komentar