Home » Ekonomi » Kenaikan BBM Tergantung DPR

Kenaikan BBM Tergantung DPR

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memberikan keterangan soal kenaikan BBM bersubsidi, Rabu (1/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memberikan keterangan soal kenaikan BBM bersubsidi, Rabu (1/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi akan disatu paketkan dengan bantuan untuk masyarakat tidak mampu. Apalagi kenaikan ini disinyalir akan menimbulkan defisit bagi neraca perdagangan nasional baik secara langsung maupun tidak langsung, khususnya dalam produk non-migas.

“Kenaikan BBM akan kita satu paketkan dengan pengamanan untuk masyarakat berpendapatan rendah,” ujar Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, usai membuka ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality di Hotel Holiday Inn, Rabu (1/5).

Bayu menyatakan, penetapan harga BBM sendiri ada di tangan pemerintah, lalu beberapa program untuk mengatasi masalah yang muncul pasca kenaikan ada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, ia menyebut, masih ada program yang harus menggunakan APBN-Perubahan.

“Kapannya tergantung DPR, kapan akan mengalokasikan untuk subsidi yang selama ini kita pakai untuk BBM, digunakan untuk subsidi langsung bagi masyarakat miskin,” tukasnya.

Karenanya, Bayu menyatakan, semua keputusan ada di DPR, apakah mereka berani secara politis untuk merealokasikan subsidi BBM ke subsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah. Maka itu, pemerintah akan menunggu percepatan perubahan APBN, apalagi APBN-P ini agak khusus dan baru akan diajukan Juni mendatang dengan putusan sekitar September.

“Kita tunggu saja kapan cepatnya perubahan APBN-P-nya. Dan akan kita ajukan sekarang. Saya berharap dalam tempo sesingkat-singkatnya,” tandasnya sambil tersenyum.

Seperti diketahui, pemerintah berwacana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam dua harga. Pertama, harga lama, yaitu Rp 4500 per liter bagi sepeda motor dan kendaraan umum berpelat kuning. Kedua, harga baru, yang angkanya sekitar Rp 6000-7000 per liter bagi kendaraan pribadi. Kini, berkembang kabar baru bahwa pemerintah akan menetapkan satu harga baru. (VIL)

Komentar

komentar