Home » Balad Persib » Ini Alasan Polisi Larang El Classico

Ini Alasan Polisi Larang El Classico

sidomi.com

sidomi.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Meski membawa nama Kota Bandung dan berdomisili di Jawa Barat, kemungkinan besar Persib tidak akan memainkan laga kandangnya di Bandung atau Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Itu setelah Polda Jabar tidak merekomendasikan pertandingan El Classico Persib menghadapi musuh bebuyutannya Persija Jakarta digelar di wilayah Jabar.

“Kami dari polisi sebagai pengelola dan bertanggung jawab soal keamanan telah mengkaji dan menganalisa kejadian sebelumnya. Sebagaimana dipahami, rekomendasi berasal dari kami dan yang memberi izin dari Mabes Polri. Dari hasil itu, kami tidak memberi rekomendasi (pertandingan) di Jalak Harupat dan wilayah hukum Polda Jabar,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul di Bandung, Kamis (20/2/2014).

Ada 4 alasan yang dibeberkan Polda Jabar terkait pelarangan pertandingan tim yang memiliki tradisi hebat di Indonesia tersebut, yaitu:

– Suporter Persib dan Persija masih ada dendam.

– Kajian terhadap laga Pelita Bandung Raya-Persija kemarin. Dalam pertandingan itu, ada yang mencari dan mengejar pendukung Persija . Serta adanya perusakan 1 mobil dan 4 orang terluka.

– Terkait pariwisata Bandung. Pertandingan Jumat, Sabtu, Minggu. Ini menganggu. Dikarenakan jalan akan didominasi kendaraan berplat B, yang ditakutkan menjadi sasaran kemarahan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

-Polda melihat dari setiap pertandingan menyisakan persoalan tambahan. Ada yg meninggal, luka, dan kerugian materiil.

“Empat analisa ini membuat kami lebih kondusif. Sehingga kami tidak rekomendasikan. Kami berharap masyarakat bisa memahami dan mengerti diketahui bahwa situasi psikologis yang ada di masyarakat,” jelas Martin.

Martin menyatakan, apa yang dilakukan pihaknya demi kepentingan masyarakat luas, khususnya warga Kota Bandung dan Jawa Barat. Soal sempat laga akan digelar di Kuningan, ia menyebut, keputusan itu disampaikan sebelum rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Setelah digelar rapat, (Kuningan) bukan menjadi pilihan,” singkat Martin.

Bagaimana dengan opsi pertandingan diselenggarakan tanpa penonton? Polda Jabar tetap pada keputusannya. Karena, Martin menilai, pendukung mungkin tidak datang, tapi pemainnya tetap hadir. Berkaca pada kejadian penyerangan para pemain Persib di Jakarta, polisi tetap menyimpan kekhawatiran.

“Usulan kami di luar Jawa Barat. Panpel (panitia pelaksana) tetap berharap. Tapi kami sampaikan analisa tersebut. Mabes juga tidak akan izinkan kalau tidak ada rekomendasi dari kami,” tegas pria berkacamata tersebut. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.